brown tree branch on water

PLTU Kaltim Teluk dan Pokmaswas Sumber Bahagia Dorong Konservasi Mangrove Kariangau Melalui FGD

Balikpapan, 19/07/2025 – Upaya menjaga kelestarian hutan mangrove di Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, mendapat dorongan baru melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Indikator Sosial Indonesia selaku konsultan CSR PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Kaltim Teluk . Upaya konservasi hutan mangrove ini merupakan kolaborasi antara PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Kaltim Teluk bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Sumber Bahagia. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun strategi bersama untuk mengembangkan kawasan mangrove sebagai destinasi ekowisata sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan..

Kelurahan Kariangau memiliki kawasan hutan mangrove seluas sekitar 20 hektar yang masih terjaga dan menjadi habitat satwa endemik Kalimantan, yaitu bekantan ( Naalis larvatus ). Keberadaan bekantan serta berbagai biota perairan, seperti kepiting bakau, menjadikan kawasan ini berpotensi tinggi dikembangkan sebagai wisata alam berbasis konservasi. Selain berfungsi ekologis untuk mencegah abrasi dan menjaga kualitas perairan, ekosistem mangrove juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat melalui kegiatan wisata, kuliner, hingga produk kerajinan berbasis hasil laut.

blank
Konservasi Mangrove – Foto: Dok. ISI

Namun, di tengah potensi tersebut, kawasan mangrove Kariangau menghadapi tantangan serius. Dari total sekitar 150 hektar ekosistem mangrove di wilayah itu, sebagian telah terdegradasi akibat alih fungsi lahan oleh perusahaan maupun aktivitas masyarakat. Dampaknya terasa langsung bagi nelayan setempat yang mengalami penurunan hasil tangkapan.

Menyanggapi hal ini, PLN NP UP Kaltim Teluk berkolaborasi dengan Pokmaswas Sumber Bahagia untuk menginisiasi program pembibitan dan penanaman mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, perusahaan berharap dapat membantu menjaga kelestarian hutan mangrove sekaligus menciptakan penghidupan berkelanjutan bagi warga. “Kami ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga ekosistem mangrove,” ujar perwakilan PLN NP UP Kaltim Teluk dalam kegiatan tersebut.

blank
Pokmaswas Sumber Bahagia – Foto: Dok. ISI

Pokmaswas Sumber Bahagia sendiri merupakan kelompok masyarakat yang berperan penting dalam menjaga keamanan wilayah pesisir dan konservasi mangrove di Kariangau. Meski memiliki semangat tinggi, kelompok ini masih menghadapi keterbatasan sarana patroli dan pengetahuan teknis. Mereka belum memiliki transportasi laut untuk menghubungkan kawasan pesisir secara menyeluruh, serta belum semua anggota memahami metode pembibitan dan penanaman mangrove yang efektif.

Kondisi ini menunjukkan perlunya dukungan berkelanjutan, baik dari sisi fasilitas maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan muncul sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dalam mengatasi tantangan tersebut.

Dengan pengelolaan yang berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat, hutan mangrove Kariangau diharapkan dapat berfungsi ganda: sebagai kawasan konservasi penting, sarana edukasi lingkungan, sekaligus destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   9   =  

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses